KJRI Dubai bekerjasama dengan DWP KJRI Dubai mengadakan acara Temu Masyarakat dengan Bapak Dubes RI- Abu Dhabi dan Bapak Konjen RI- Dubai. Pertemuan masyarakat kali ini terasa lebih istimewa dibanding pertemuan-pertemuan masyarakat sebelumnya karena dikemas dalam konsep sitting dinner yang dimeriahkan oleh live band di halaman KJRI Dubai. Kebetulan cuaca sangat mendukung karena sudah memasuki musim dingin, sehingga acara semacam garden party dirasa sangat pas untuk perhelatan di akhir November ini.
Black and gold, begitulah kira-kira nuansa tema yang tanpa sengaja tertuang dalam dekorasi dan kebanyakan busana para hadirin pada Sabtu, 26 November 2011 itu. Warna hitam dan emas kain Bali yang berpadu cantik dengan warna warni lampu panggung dan dekorasi menyemarakkan suasana malam di halaman KJRI. Itulah hasil jerih payah bapak-bapak staf KJRI dan ibu-ibu pengurus DWP yang dilakukan dalam waktu sangat singkat, hanya 3 hari, mulai dari mempersiapkan panggung, hingga lay out acara dan detil dekorasi. Ibu-ibu pengurus DWP senja hari itu tampil cantik dan menawan. Siapa sangka, kalau sebelum acara ibu-ibu sangat sibuk memasak untuk hidangan makan malam. Membuat bumbu serta merajang sayuran pun rela ibu-ibu lakukan disela kesibukan mendekor. Sungguh luar biasa.
Pukul 18.00 persiapan telah selesai. Para tenaga bantuan yang sudah mendapatkan kursus tata saji (table manner) juga telah tampil rapi dengan seragamnya. Tamu-tamu yang terdiri atas keluarga besar KJRI Dubai dan ITPC, ibu-ibu anggota DWP KJRI Dubai dan pasangan, ibu-ibu yang terhimpun dalam Arisan Ceria dan pasangan, serta masyarakat bisnis pun mulai berdatangan. Kurang lebih pukul 19.30 Bapak Dubes beserta Ibu Wahid tiba, dan acara dimulai tak lama kemudian. Bapak Gulardi Nurbintoro, diplomat magang KJRI Dubai selaku MC mempersilakan Konjen RI Dubai, Bapak Mansyur Pangeran untuk memberikan kata sambutan. Dalam sambutannya Bapak Mansyur menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada masyarakat yang telah hadir, dan berharap media anjangsana seperti ini dapat diselenggarakan secara kontinu di kesempatan mendatang. Acara dilanjutkan dengan sepatah dua patah kata dari Duta Besar, Bapak Wahid Supriyadi. Pada kesempatan tersebut Bapak Wahid menyampaikan kebanggaannya pada masyarakat Indonesia yang berada di UAE, dari segenap lapisan, baik para tenaga kerja non profesional maupun masyarakat bisnis, IT, dan profesional lainnya. Mengingat masa jabatan beliau yang hampir berakhir, Bapak Wahid sekaligus berpamitan kepada hadirin bahwa beliau akan kembali ke Tanah Air dan mendapat penugasan baru.
Mengingat pertemuan ini merupakan temu masyarakat yang terakhir dengan Bapak Dubes, tak lupa kami sempatkan untuk memberikan kenang-kenangan ala kadarnya kepada Bapak Dubes dan Ibu Wahid. Kenang-kenangan dari staf KJRI Dubai disampaikan oleh Konjen RI Dubai, Bapak Mansyur Pangeran kepada Duta Besar, Bapak Wahid Supriyadi. Adapun kenang-kenangan dari DWP KJRI Dubai disampaikan oleh Ketua DWP KJRI Dubai, Ibu Febie Mansyur kepada Ketua DWP KBRI Abu Dhabi, Ibu Murgiyati Wahid.
Suasana ramah tamah dan keakraban selanjutnya semakin cair dan hangat, sehangat soto ayam yang terhidang sebagai appetizer malam itu. Harumnya sate ayam yang tercium dari tempat pembakaran juga terasa sangat menggoda selera. Tak perlu menunggu lama, setelah MC mempersilakan hadirin untuk mencicipi hidangan, para undangan yang hadir dengan antusias menikmati sajian yang tersedia. Sate ayam, ikan pesmol, bistik jawa, opor telur tahu, ayam balado, dan tumis buncis jamur yang terhidang begitu istimewa menggoyang lidah. Apalagi ditambah dengan hidangan penutup berupa lupis ketan, puding jeruk, pisang goreng coklat, lumpia, samosa, dan buah-buahan segar.
Sembari beramah tamah dengan Bapak Dubes dan Bapak Konjen, hadirin menikmati hidangan dan dihibur dengan penampilan Warna Warni Band, yang diawaki oleh para pekerja profesional Indonesia di Dubai yang hobi nge-band, yaitu Nanda pada vokal, Rio dan Adhus pada bass, dan Monthy (satu-satunya personil bule) pada drum. Malam terasa makin istimewa ketika Bapak Konjen Mansyur turut memeriahkan panggung dengan bendera KJRI Band. Band KJRI ini beranggotakan Bapak Konjen Mansyur pada vokal dan gitar, Bapak Fajar Nuradi pada bass, dan Bukie Mansyur, putra dari Bapak Mansyur pada drum. Beberapa lagu yang dinyanyikan membuat hadirin ikut bergoyang. Pungkasnya, Bapak Konjen berduet dengan Bapak Nashirudin, Direktur IKPT Dubai menyanyikan lagu Kemesraan yang membuat para undangan larut dalam keharuan. Bapak Heri atau yang lebih dikenal dengan Bapak Noly, Ketua ITPC Dubai, turut menyumbangkan tembang kenangan. Suguhan “wajib” alunan Kopi Dangdut dan lagu-lagu Cold Play pun membuat suasana semakin seru untuk bergoyang. Seduhan kopi dan teh panas pengusir dingin terkalahkan oleh indahnya suasana malam itu.
Malam bergulir larut, Bapak Dubes beserta Ibu Wahid bersiap pamit kembali ke Abu Dhabi. Setelah sesi foto bersama dengan beliau berdua , Bapak Konjen dan Ibu Febie Mansyur, serta para undangan, Bapak Dubes dan Ibu Wahid pun undur diri. Namun hadirin sepertinya masih enggan beranjak pulang. Acara pun masih berlanjut beberapa saat dengan cengkrama yang akrab bersama Bapak Konjen dan Ibu Febie Mansyur sebelum akhirnya harus berakhir oleh rintik gerimis yang tiba-tiba turun. Walaupun ditutup dengan “November Rain”, hadirin dan segenap pengisi acara sangat puas dengan kesempatan anjangsana tersebut.
-Iffa Soeharyo-