<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DWP KJRI Dubai</title>
	<atom:link href="http://www.dwp.ae/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dwp.ae</link>
	<description>Mandiri, Demokratis, Berwawasan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Dec 2011 16:40:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Ramadhan dan Idul Fitri di Dubai</title>
		<link>http://www.dwp.ae/ramadhan-dan-idul-fitri-di-dubai/</link>
		<comments>http://www.dwp.ae/ramadhan-dan-idul-fitri-di-dubai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 12:02:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sosbud</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwp.ae/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Di UAE, bulan Ramadhan tahun 2011 ini mungkin jatuh pada puncak musim panas, di mana suhu rata-rata mencapai 43°C di siang hari. Namun, dengan kondisi seperti ini setiap muslim tetap melaksanakan kewajiban puasanya dengan sabar, dan semangat. Selama bulan puasa, kegiatan DWP KJRI Dubai tidak berkurang. Disamping tetap melakukan kegiatan, DWP KJRI Dubai turut membantu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dwp.ae/ramadhan-dan-idul-fitri-di-dubai/ramadhan-5/" rel="attachment wp-att-330"><img class="alignleft size-medium wp-image-330" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Ramadhan-5-300x156.jpg" alt="" width="300" height="156" /></a>Di UAE, bulan Ramadhan tahun 2011 ini mungkin jatuh pada puncak musim panas, di mana suhu rata-rata mencapai 43°C di siang hari. Namun, dengan kondisi seperti ini setiap muslim tetap melaksanakan kewajiban puasanya dengan sabar, dan semangat.<br />
Selama bulan puasa, kegiatan DWP KJRI Dubai tidak berkurang. Disamping tetap melakukan kegiatan, DWP KJRI Dubai turut membantu kelancaran rangkaian acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh KJRI Dubai. Acara buka puasa bersama ini dilakukan pada tiap hari Jumat, dan untuk acara berbuka puasa ini, DWP KJRI Dubai, dikomandoi oleh Ibu Febie Mansyur, membantu KJRI Dubai dalam hal mengkoordinir pembagian menu makanan, mulai dari takjil sampai dengan makanan penutup. Bersama masyarakat, bergantian pengurus dan anggota DWP menyediakan makanan tiap minggunya. Sesuai dengan semangat Ramadhan, setiap acara buka puasa bersama, makanan yang dibawa oleh masyarakat sangat berlimpah. Meja-meja yang disusun sudah cukup panjang, tetap saja masih kurang dengan banyaknya makanan takjil yang dibawa oleh masyarakat dan anggota DWP KJRI Dubai. Meskipun banyak, dengan banyaknya masyarakat yang datang untuk buka puasa bersama, makanan itu tidak ada yang bersisa, alhamdulillah barokah.</p>
<p><a href="http://www.dwp.ae/ramadhan-dan-idul-fitri-di-dubai/idul-fitri-4/" rel="attachment wp-att-331"><img class="alignleft size-medium wp-image-331" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Idul-Fitri-4-300x186.jpg" alt="" width="300" height="186" /></a>Setelah waktu Asyar sampai sebelum adzan Magrib berkumandang, kegiatan buka puasa bersama ini tiap minggunya dirangkaikan dengan kegiatan lomba MTQ yang juga diselenggarakan oleh KJRI Dubai. Lomba MTQ? DWP KJRI Dubai tidak mau ketinggalan, salah seorang pengurus DWP KJRI Dubai, Ibu Samsiah Bahar Zulkayyan, ikut serta dalam lomba ini di antara 50 peserta lainnya. Hasilnya luar biasa, ibu kita yang satu ini berhasil meraih juara 2 ketika pemenangnya diumumkan setelah sholat Idul Fitri. Selamat!!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.dwp.ae/ramadhan-dan-idul-fitri-di-dubai/idul-fitri-1/" rel="attachment wp-att-332"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-332" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Idul-Fitri-1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Jika masyarakat yang datang pada acara buka puasa bersama tiap hariJumat-nya berkisar 150 orang, pada saat idul Fitri yang jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011, masyarakat yang datang hampir sekitar 10 kali lipatnya, yaitu sekitar 1400 orang. Dari sini terlihat, kerinduan masyarakat untuk bersilaturahim dan merasakan berlebaran selayaknya di Indonesia sangatlah besar. Sejak subuh mereka sudah mendatangi KJRI untuk melaksanakan sholat idul Fitri.<br />
Sholat Idul Fitri dilakukan di halaman KJRI Dubai, yang sehari sebelumnya sudah didekorasi secara gotong royong oleh staf KJRI Dubai dan DWP KJRI Dubai. Ketupat, rangkaian janur dari pita warna warni hasil karya TKW yang sedang berada di penampungan KJRI, menghiasi tanaman dan dinding halaman KJRI. Hasil karya para TKW ini tidak kalah cantik dengan ketupat-ketupat hiasan yang biasa dijual di Tanah Air. Alhasil, halaman KJRI berhasil disulap menjadi cantik, semarak, sesuai dengan semaraknya Idul Fitri.<br />
Setelah sholat Idul Fitri dan silaturahim dengan Bapak Konjen RI di Dubai beserta Ibu Febie Mansyur, masyarakat disuguhi makan pagi dengan menu khas lebaran, hasil kerja sama antara KJRI Dubai dan DWP KJRI Dubai. Ketupat, rendang, sayur lodeh, opor ayam, tauco udang tahu. Yang tidak suka ketupat, nasi pun ada. Dengan kerja sama yang kompak antara pengurus, anggota DWP, staf KJRI dan TKW, acara makan dapat berlangsung dengan lancar. Jadi walaupun tamu banyak, karena kerja sama yang baik ini, tetap saja pengurus dan anggota masih sempat bersilaturahim dengan teman, serta berfoto-foto ria bersama dalam kesempatan yang hanya datang setahun sekali ini. Lelah tak usah dirasa, yang penting: berpose. Kapan lagi?</p>
<p>-Westi Sudradjat-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwp.ae/ramadhan-dan-idul-fitri-di-dubai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anjangsana Warga Bersama Dubes dan Konjen di KJRI Dubai</title>
		<link>http://www.dwp.ae/anjangsana-warga-bersama-dubes-dan-konjen-di-kjri-dubai/</link>
		<comments>http://www.dwp.ae/anjangsana-warga-bersama-dubes-dan-konjen-di-kjri-dubai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 12:02:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sosbud</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwp.ae/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[KJRI Dubai bekerjasama dengan DWP KJRI Dubai mengadakan acara Temu Masyarakat dengan Bapak Dubes RI- Abu Dhabi dan Bapak Konjen RI- Dubai.  Pertemuan masyarakat kali ini terasa lebih istimewa dibanding pertemuan-pertemuan masyarakat sebelumnya karena dikemas dalam konsep sitting dinner yang dimeriahkan oleh live band di halaman KJRI Dubai. Kebetulan cuaca sangat mendukung karena sudah memasuki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KJRI Dubai bekerjasama dengan DWP KJRI Dubai mengadakan acara Temu Masyarakat dengan Bapak Dubes RI- Abu Dhabi dan Bapak Konjen RI- Dubai.  Pertemuan masyarakat kali ini terasa lebih istimewa dibanding pertemuan-pertemuan masyarakat sebelumnya karena dikemas dalam konsep sitting dinner yang dimeriahkan oleh live band di halaman KJRI Dubai. Kebetulan cuaca sangat mendukung karena sudah memasuki musim dingin, sehingga acara semacam garden party dirasa sangat pas untuk perhelatan di akhir November ini.</p>
<p>Black and gold, begitulah kira-kira nuansa tema yang tanpa sengaja tertuang dalam dekorasi dan kebanyakan busana para hadirin pada Sabtu, 26 November 2011 itu. Warna hitam dan emas kain Bali yang berpadu cantik dengan warna warni lampu panggung dan dekorasi menyemarakkan suasana malam di halaman KJRI. Itulah hasil jerih payah bapak-bapak staf KJRI dan ibu-ibu pengurus DWP yang dilakukan dalam waktu sangat singkat, hanya 3 hari, mulai dari mempersiapkan panggung, hingga lay out acara dan detil dekorasi. Ibu-ibu pengurus DWP senja hari itu tampil cantik dan menawan. Siapa sangka, kalau sebelum acara ibu-ibu sangat sibuk memasak untuk hidangan makan malam. Membuat bumbu serta merajang sayuran pun rela ibu-ibu lakukan disela kesibukan mendekor. Sungguh luar biasa.</p>
<p><a href="http://www.dwp.ae/anjangsana-warga-bersama-dubes-dan-konjen-di-kjri-dubai/temu-1/" rel="attachment wp-att-354"><img class="alignleft size-medium wp-image-354" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Temu-1-300x160.jpg" alt="" width="300" height="160" /></a>Pukul 18.00 persiapan telah selesai. Para tenaga bantuan yang sudah mendapatkan kursus tata saji (table manner) juga telah tampil rapi dengan seragamnya. Tamu-tamu yang terdiri atas keluarga besar KJRI Dubai dan ITPC, ibu-ibu anggota DWP KJRI Dubai dan pasangan, ibu-ibu yang terhimpun dalam Arisan Ceria dan pasangan, serta masyarakat bisnis pun mulai berdatangan. Kurang lebih pukul 19.30 Bapak Dubes beserta Ibu Wahid tiba, dan acara dimulai tak lama kemudian. Bapak Gulardi Nurbintoro, diplomat magang KJRI Dubai selaku MC mempersilakan Konjen RI Dubai, Bapak Mansyur Pangeran untuk memberikan kata sambutan. Dalam sambutannya Bapak Mansyur menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada masyarakat yang telah hadir, dan berharap media anjangsana seperti ini dapat diselenggarakan secara kontinu di kesempatan mendatang. Acara dilanjutkan dengan sepatah dua patah kata dari Duta Besar, Bapak Wahid Supriyadi. Pada kesempatan tersebut Bapak Wahid menyampaikan kebanggaannya pada masyarakat Indonesia yang berada di UAE, dari segenap lapisan, baik para tenaga kerja non profesional maupun masyarakat bisnis, IT, dan profesional lainnya. Mengingat masa jabatan beliau yang hampir berakhir, Bapak Wahid sekaligus berpamitan kepada hadirin bahwa beliau akan kembali ke Tanah Air dan mendapat penugasan baru.</p>
<p><a href="http://www.dwp.ae/anjangsana-warga-bersama-dubes-dan-konjen-di-kjri-dubai/temu-2/" rel="attachment wp-att-348"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-348" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Temu-2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a> Mengingat pertemuan ini merupakan temu masyarakat yang terakhir dengan Bapak Dubes, tak lupa kami sempatkan untuk memberikan kenang-kenangan ala kadarnya kepada Bapak Dubes dan Ibu Wahid. Kenang-kenangan dari staf KJRI Dubai  disampaikan oleh Konjen RI Dubai, Bapak Mansyur Pangeran kepada Duta Besar, Bapak Wahid Supriyadi. Adapun kenang-kenangan dari DWP KJRI Dubai disampaikan oleh Ketua DWP KJRI Dubai, Ibu Febie Mansyur kepada Ketua DWP KBRI Abu Dhabi, Ibu Murgiyati Wahid.</p>
<p>Suasana ramah tamah dan keakraban selanjutnya semakin cair dan hangat, sehangat soto ayam yang terhidang sebagai appetizer malam itu. Harumnya sate ayam yang tercium dari tempat pembakaran juga terasa sangat menggoda selera. Tak perlu menunggu lama, setelah MC mempersilakan hadirin untuk mencicipi hidangan, para undangan yang hadir dengan antusias menikmati sajian yang tersedia. Sate ayam, ikan pesmol, bistik jawa, opor telur tahu, ayam balado, dan tumis buncis jamur yang terhidang begitu istimewa menggoyang lidah. Apalagi ditambah dengan hidangan penutup berupa lupis ketan, puding jeruk, pisang goreng coklat, lumpia, samosa, dan buah-buahan segar.</p>
<p><a href="http://www.dwp.ae/anjangsana-warga-bersama-dubes-dan-konjen-di-kjri-dubai/temu-4-2/" rel="attachment wp-att-350"><img class="alignleft size-medium wp-image-350" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Temu-41-300x181.jpg" alt="" width="300" height="181" /></a>Sembari beramah tamah dengan Bapak Dubes dan Bapak Konjen, hadirin menikmati hidangan dan dihibur dengan penampilan Warna Warni Band, yang diawaki oleh para pekerja profesional Indonesia di Dubai yang hobi nge-band, yaitu Nanda pada vokal, Rio dan Adhus pada bass, dan Monthy (satu-satunya personil bule) pada drum. Malam terasa makin istimewa ketika Bapak Konjen Mansyur turut memeriahkan panggung dengan bendera KJRI Band. Band KJRI ini beranggotakan Bapak Konjen Mansyur pada vokal dan gitar, Bapak Fajar Nuradi pada bass, dan Bukie Mansyur, putra dari Bapak Mansyur pada drum. Beberapa lagu yang dinyanyikan membuat hadirin ikut bergoyang. Pungkasnya, Bapak Konjen berduet dengan Bapak Nashirudin, Direktur IKPT Dubai menyanyikan lagu Kemesraan yang membuat para undangan larut dalam keharuan. Bapak Heri atau yang lebih dikenal dengan Bapak Noly, Ketua ITPC Dubai, turut menyumbangkan tembang kenangan. Suguhan “wajib” alunan Kopi Dangdut dan lagu-lagu Cold Play pun membuat suasana semakin seru untuk bergoyang. Seduhan kopi dan teh panas pengusir dingin terkalahkan oleh indahnya suasana malam itu.<br />
<a href="http://www.dwp.ae/anjangsana-warga-bersama-dubes-dan-konjen-di-kjri-dubai/temu-3/" rel="attachment wp-att-351"><img class="alignleft size-medium wp-image-351" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Temu-3-300x147.jpg" alt="" width="300" height="147" /></a>Malam bergulir larut, Bapak Dubes beserta Ibu Wahid  bersiap pamit kembali ke Abu Dhabi. Setelah sesi foto bersama dengan beliau berdua , Bapak Konjen dan Ibu Febie Mansyur, serta para undangan, Bapak Dubes dan Ibu Wahid pun undur diri. Namun hadirin sepertinya masih enggan beranjak pulang. Acara pun masih berlanjut beberapa saat dengan cengkrama yang akrab bersama Bapak Konjen dan Ibu Febie Mansyur sebelum akhirnya harus berakhir oleh rintik gerimis yang tiba-tiba turun. Walaupun ditutup dengan &#8220;November Rain&#8221;, hadirin dan segenap pengisi acara sangat puas dengan kesempatan anjangsana tersebut.</p>
<p>-Iffa Soeharyo-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwp.ae/anjangsana-warga-bersama-dubes-dan-konjen-di-kjri-dubai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyambut Hari Raya Idul Adha 1432 H  Penuh  Makna</title>
		<link>http://www.dwp.ae/menyambut-hari-raya-idul-adha-1432-h-penuh-makna/</link>
		<comments>http://www.dwp.ae/menyambut-hari-raya-idul-adha-1432-h-penuh-makna/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 12:02:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sosbud</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwp.ae/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[Selain melaksanakan ibadah haji, pada bulan Dzulhijjah ini umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Lantunan takbir menggema menambah semaraknya hari yang memiliki historis yang mendalam ini. Takbir yang diucapkan sangat menyentuh dan menggetarkan jiwa manusia yang beriman. Hari Minggu tanggal 06 November 2011, di hari yang cerah dengan suhu padang pasir yang mulai ramah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dwp.ae/menyambut-hari-raya-idul-adha-1432-h-penuh-makna/adha-1/" rel="attachment wp-att-335"><img class="alignleft size-medium wp-image-335" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Adha-1-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Selain melaksanakan ibadah haji, pada bulan Dzulhijjah ini umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Lantunan takbir menggema menambah semaraknya hari yang memiliki historis yang mendalam ini. Takbir yang diucapkan sangat menyentuh dan menggetarkan jiwa manusia yang beriman.</p>
<p>Hari Minggu tanggal 06 November 2011, di hari yang cerah dengan suhu padang pasir yang mulai ramah, tepat pukul 07.00 waktu setempat, KJRI Dubai mengadakan shalat sunah dua rakaat pada hari raya Idul Adha. Masyarakat Indonesia datang yang berdomosili di berbagai wilayah UEA telah memadati halaman berumput KJRI Dubai sekitar pukul 05.30 jauh sebelum acara shalat Ied berlangsung. Gema takbir sebelum acara shalat Ied di mulai terdengar syahdu, khidmat sehingga menggetarkan jiwa jiwa kami, suasana yang hangat dan penuh  kekeluargaan menjadikan kami ingat akan sanak saudara di kampung halaman Indonesia.</p>
<p><a href="http://www.dwp.ae/menyambut-hari-raya-idul-adha-1432-h-penuh-makna/adha-2/" rel="attachment wp-att-336"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-336" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Adha-2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sekitar 1200 warga Indonesia hadir pada saat itu telah mengikuti Shalat Ied berjamaah dengan penuh khidmat dan tertib yang di imami oleh Bapak Ustadz Mohhamad Rifai, beliau adalah seorang lulusan dari Universitas Al Azhar – Cairo, Mesir. Setelah shalat Sunah Ied selesai maka acara selanjutnya adalah di isi dengan khotbah singkat yang dibawakan oleh seorang Khatib yaitu Bapak H. Zunnunil Masri, beliau juga merupakan  lulusan dari Universitas Al Azhar. Khotbah kali ini yang disiarkan adalah bertemakan mengenai Keteladanan Nabi Muhamad SAW, Nabi Ibrahim AS dan putranya yaitu Nabi Ismail AS, dalam upaya memperkokoh prinsip-prisip keimanan dan Ukuwah Islamiyah umat muslim dan serta keterkaitannya dengan upaya menjalin persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara.<br />
Rangkaian kegiatan Sholat Idul Adha 1432 di tutup dengan acara ramah tamah dan santap bersama hidangan khas Idul Adha yang telah disediakan oleh KJRI Dubai bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan KJRI Dubai. Hidangan istimewa yang disajikan dimasak sendiri oleh Ibu &#8211; ibu DWP KJRI Dubai.  Menu-menu spsesial yang dihidangkan untuk makanan utama  yaitu : nasi putih, lontong, beef steak Jawa, udang tahu saus tauco, ayam gulai, sayur tumis buncis jamur, kerupuk dan sambal hijau teri medan. Kemudian untuk makanan penutup disajikan: es campur, pisang goreng cokelat, spring roll isi ayam serta samosa isi ayam dan vegetable (makanan ciri khas India). Adapula beberapa hidangan penutup yang disumbangkan oleh anggota masyarakat, seperti kue lebaran dan aneka buah.</p>
<p><a href="http://www.dwp.ae/menyambut-hari-raya-idul-adha-1432-h-penuh-makna/adha-3/" rel="attachment wp-att-337"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-337" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Adha-3-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Pada acara santap bersama, para warga yang hadir tampak tertib  mengantri makanan meskipun antrian yang cukup panjang. Semua warga yang hadir sangat menghayati suasana tersebut, sambil menikmati serta mencicipi hidangan yang disajikan dengan penuh suka cita.<br />
Di akhir acara para warga Indonesia yang hadir menyatakan rasa terima kasih yang mendalam dan sangat menghargai upaya KJRI Dubai serta Ibu &#8211; ibu Dharma Wanita dalam menyiapkan perayaan  Idul Adha tersebut.  Menurut mereka kegiatan seperti ini merupakan suatu ajang untuk mempererat tali silaturahmi diantara sesama warga negara Indonesia yang berada di wilayah UAE. Tidak lupa, pada akhir kesempatan acara banyak warga yang datang untuk mengabadikan moment ini dengan berfoto bersama  Bapak Konjen RI Dubai Manyur Pangeran beserta Ibu Konjen Febie Mansyur.</p>
<p>Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H</p>
<p>-Ernawati Setiawan-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwp.ae/menyambut-hari-raya-idul-adha-1432-h-penuh-makna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resepsi Diplomatik Perdana HUT RI di Dubai</title>
		<link>http://www.dwp.ae/resepsi-diplomatik-perdana-hut-ri-di-dubai/</link>
		<comments>http://www.dwp.ae/resepsi-diplomatik-perdana-hut-ri-di-dubai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 11:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sosbud</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwp.ae/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya setelah hampir 8 tahun didirikan sejak 2003, KJRI Dubai untuk pertama kalinya menyelenggarakan Resepsi Diplomatik dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-66 pada tanggal 12 Oktober 2011 bertempat di Al Ameera Ballroom, Hotel Grand Hyatt, Dubai &#8211; UAE. Tidak kurang dari 500 undangan menghadiri resepsi yang berasal dari berbagai kalangan seperti korps diplomatik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya setelah hampir 8 tahun didirikan sejak 2003, KJRI Dubai untuk pertama kalinya menyelenggarakan Resepsi Diplomatik dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-66 pada tanggal 12 Oktober 2011 bertempat di Al Ameera Ballroom, Hotel Grand Hyatt, Dubai &#8211; UAE. Tidak kurang dari 500 undangan menghadiri resepsi yang berasal dari berbagai kalangan seperti korps diplomatik perwakilan negara-negara sahabat, pejabat tinggi dan mantan pejabat pemerintah UAE, kerabat raja/isteri, sheikh, sheikha, kalangan pebisnis setempat, pimpinan perbankan, CEO berbagai perusahaan, wakil organisasi kemasyarakatan, media massa setempat serta undangan dan tokoh masyarakat Indonesia di Dubai dan 5 Emirat lainnya di wilayah utara UAE (Sharjah, Ajman, Umm Al Quwain, Ras Al Khaimah dan Fujairah).</p>
<p><a href="http://www.dwp.ae/resepsi-diplomatik-perdana-hut-ri-di-dubai/resepsi-1/" rel="attachment wp-att-340"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-340" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Resepsi-1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Resepsi diplomatik tersebut menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Menteri Lingkungan Hidup dan Pengairan UAE, Dr. Rashid Ahmad Bin Fahad sebagai Guest of Honor dan Undersecretary Kementerian Perdagangan Luar Negeri UAE, Abdullah Ahmad Al Saleh, mewakili Pemerintah UAE. Merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia mengingat selama ini tidak semua acara resepsi diplomatik dalam rangka national day yang diselenggarakan perwakilan asing di UAE dihadiri oleh pejabat setingkat menteri. Kiranya hal tersebut menunjukkan semakin baiknya hubungan bilateral RI-UAE dan semakin tingginya perhatian Pemerintah UAE terhadap Indonesia. Resepsi juga mendapat liputan dari media terkemuka setempat seperti harian berbahasa Inggris Gulf News dan The Gulf Today yang menurunkan artikel berita terkait setengah halaman.</p>
<p>Al Ameera Ballroom “disulap” menjadi seperti berada di Indonesia, dimulai dari pintu masuk dengan adanya payung Jawa di kedua sisi, meja cocktail yang dibalut kain Bali, sisi meja dihiasi boneka-boneka berpakaian adat beragam daerah, ruang tunggu VIP dengan topeng tradisional dan songket. Tidak ketinggalan pula ada beberapa kain batik yang berusia lebih dari 70 tahun menambah kental nuansa Indonesia. Semua itu adalah hasil jerih payah Ibu-Ibu pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Dubai pimpinan Ibu Febie Mansyur yang dibantu oleh seluruh staf KJRI Dubai dalam menghiasi seluruh ruangan yang ada. Selanjutnya ruang utama resepsi yang ditata apik dengan berbagai macam hiasan khas Indonesia seperti untaian kain merah dan putih yang terbentang di langit-langit Ballroom termasuk di sekitar panggung dengan payung dan skirting kain berhias kotak-kotak hitam putih Bali.</p>
<p>Kehadiran sentuhan budaya Indonesia tak lepas dari inisiatif DWP KJRI Dubai yang telah mempersiapkan semua perlengkapan dan ornamen-ornamen khas Bali dan Jawa. Tidak tanggung-tanggung untuk memenuhi beberapa kebutuhan dekorasi, beberapa barang secara khusus dibeli dari Indonesia. Sebagaimana disebutkan di awal bahwa resepsi diplomatik ini merupakan yang perdana diselenggarakan KJRI Dubai sejak 2003 makan tidak berlebihan jika Konjen RI Dubai, Bapak Mansyur Pangeran menginginkan segala sesuatunya dipersiapkan sebaik dan sesempurna mungkin.</p>
<p><a href="http://www.dwp.ae/resepsi-diplomatik-perdana-hut-ri-di-dubai/resepsi-2/" rel="attachment wp-att-342"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-342" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Resepsi-2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Acara dimulai tepat pukul 19.00 waktu setempat yang diawali dengan sambutan pembukaan oleh Konjen RI Dubai, dengan dibarengi penayangan slide mengenai Indonesia. Konjen RI menyampaikan sejarah perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan hingga kondisi Indonesia terkini dengan berbagai capaian dan kemajuan pembangunan nasional termasuk performa ekonomi salah satu terkuat di Asia serta overview hubungan bilateral RI-UAE yang semakin meningkat, khususnya dalam hubungan ekonomi bilateral.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.dwp.ae/resepsi-diplomatik-perdana-hut-ri-di-dubai/resepsi-3/" rel="attachment wp-att-341"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-341" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Resepsi-3-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sebagaimana kebiasaan pada setiap resepsi national day di UAE, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan kue bergambar bendera Indonesia dan UAE yang dilakukan dengan sebilah pedang secara bersama-sama oleh Konjen RI Dubai dengan Menteri LH dan Pengairan UAE serta Konjen Lebanon selaku Dean Korps Diplomatik di Dubai.</p>
<p>Para undangan mendapat hidangan kulineri otentik Indonesia yang telah dipilihkan menunya oleh DWP KJRI Dubai. Di antara menu yang disajikan, nasi goreng, mie goreng, sate ayam dan hidangan khas lainnya menjadi idola para tamu undangan. Tidak ketinggalan berbagai macam jajanan pasar dan kue-kue khas Indonesia juga turut disajikan.</p>
<p>Penyelenggaraan resepsi diplomatik merupakan puncak dari pagelaran budaya Indonesia bertema Wonderful Indonesia: the Beauty of Diversity atas kerjasama KJRI Dubai dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, didukung Garuda Indonesia dikemas dalam format pagelaran budaya dalam rangka promosi budaya dan pariwisata nasional. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (saat itu masih Kemenbudpar) cq. Ditjen Pemasaran mendatangkan 14 penari dari Sanggar Tari Gema Citra Nusantara dan 5 pemain instrumen arumba dari i-Kreasindo dari Indonesia.</p>
<p><a href="http://www.dwp.ae/resepsi-diplomatik-perdana-hut-ri-di-dubai/resepsi-4/" rel="attachment wp-att-343"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-343" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/Resepsi-4-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Para undangan dibuat terkesima oleh penampilan memukau Tari Piring, Tari Giring-Giring, Tari Merak, Tari Zapin, Tari Trunojoyo, Tari Ronggeng Manis dan Tari Saman yang sesekali diselingi penampilan lagu-lagu barat dan daerah diiringi musik arumba. Puncak acara menjadi semakin meriah dengan penampilan interaktif musik angklung bersama 500 tamu memainkan sejumlah lagu-lagu barat terkenal dan sesudahnya mereka boleh membawa pulang angklung sebagai cenderamata.</p>
<p>Acara dikemas sangat menarik dan berbeda dengan yang diselenggarakan oleh Negara-negara lain sebelumnya, sehingga memaksa para undangan untuk tidak beranjak dari kursinya hingga acara berakhir. Banyak para undangan yang menyatakan seluruh rangkaian acara sangat well organized dan kepuasannya atas pertunjukan maupun kulineri yang disajikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-Sofah Nuradi-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwp.ae/resepsi-diplomatik-perdana-hut-ri-di-dubai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-66 di KJRI Dubai</title>
		<link>http://www.dwp.ae/peringatan-hari-ulang-tahun-republik-indonesia-ke-66-di-kjri-dubai/</link>
		<comments>http://www.dwp.ae/peringatan-hari-ulang-tahun-republik-indonesia-ke-66-di-kjri-dubai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 16:34:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sosbud</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwp.ae/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 tanggal 17 Agustus 2011 yang dilaksanakan di Luar Negeri selalu berlangsung meriah dan disambut antusias oleh warga masyarakat Indonesia yg berdomisili di Luar Negeri, tak terkecuali warga masyarakat RI di Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA). Warga masyarakat Indonesia yang bermukim di Dubai, Sharjah, Ajman dan sekitarnya ikut berpartisipasi dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 tanggal 17 Agustus 2011 yang dilaksanakan di Luar Negeri selalu berlangsung meriah dan disambut antusias oleh warga masyarakat Indonesia yg berdomisili di Luar Negeri, tak terkecuali  warga masyarakat RI di Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA). Warga masyarakat Indonesia yang bermukim di Dubai, Sharjah, Ajman dan sekitarnya ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. </p>
<p>Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 66 tahun 2011, KJRI Dubai telah menyelenggarakan berbagai kegiatan pertandingan olah raga, bazaar dan upacara bendera yang diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat.</p>
<p>Rangkaian acara tersebut diresmikan tanggal 1 Juli 2011 bertempat di gedung “Sheikha Hind Bint Maktoum Al Maktoum Sports Hall” oleh Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran yang diawali dengan pertandingan bulutangkis dan diikuti dengan pertandingan cabang-cabang olah raga lainnya seperti: tenis lapangan, bowling , tenis meja dan tak ketinggalan pula pertandingan futsal. Dalam beberapa pertandingan olah raga,ibu-ibu DWP KJRI Dubai dengan Ketua Ibu Febie Mansyur turut berperan aktif baik dalam mengikuti pertandingan maupun menyiapkan konsumsi untuk peserta pertandingan.</p>
<p>Pada tanggal 29 Juli 2011 diselenggarakan acara bazaar  yang diikuti sejumlah stand dari DWP KJRI Dubai dan warga masyarakat Indonesia lainnya yang berada di Dubai dan sekitarnya. Bazaar tersebut disponsori oleh berbagai perusahaan antara lain: Perusahaan Penerbangan Nasional Garuda Indonesia Airways, Mihn Lanka, Muhsin Travel, Perusahaan Jasa Pengiriman Barang Frico Cargo, Nice Al Marri,  Jasa Pengiriman Uang (Western Union). </p>
<p>Para peserta bazaar menyuguhkan aneka ragam menu makanan Indonesia mulai dari sate ayam dan kambing yang selalu menggugah selera, bakso daging, sate, pempek, lontong sayur, ayam bakar dan lain lain, juga tak ketinggalan aneka minuman seperti es cendol, es campur, es kelapa muda dan banyak lagi ragam minuman lainnya yang membuat para pengunjung bazaar merasa puas. </p>
<p>Di sela-sela berlangsungnya bazaar, diselenggarakan juga berbagai macam kegiatan permainan rakyat lainnya yang sangat menarik seperti: balap karung, lomba bakiak, gaple dan perlombaan untuk anak-anak seperti lomba melukis, memasukkan pensil kedalam botol dll. </p>
<p>Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan tsb pada tanggal 17 Agustus 2011 telah diselenggarakan Upacara Bendera yang dilaksanakan di halaman KJRI Dubai yang  dihadiri oleh staff KJRI Dubai, DWP KJRI Dubai dan masyarakat Indonesia yang berdomisili di Dubai dan sekitarnya. </p>
<p>Tim pengibar bendera/ paskibra adalah putra dan putri  keluarga besar KJRI Dubai  yang terdiri dari Yukie Mansyur, Bukie Mansyur (putra dan putri dari Bpk. Mansyur Pangeran) dan Muhammad Rayyan. Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara  berlangsung dengan khidmat. </p>
<p>Setelah amanat inspektur upacara yang disampaikan oleh Konjen RI Bpk Mansyur Pangeran, acara dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan kepada para guru sekolah TKW dan pemberian hadiah (piala/medali) kepada para pemenang pertandingan olah raga. </p>
<p>Mengingat  bahwa upacara peringatan HUT RI bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, maka panitia HUT RI  bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan KJRI Dubai mengadakan jamuan buka puasa bersama dilanjutkan dengan sholat Taraweh berjama’ah dan ramah tamah. Upacara dimaksud dihadiri oleh sekitar 300 tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat Indonesia.</p>
<p>-Surya Masri-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwp.ae/peringatan-hari-ulang-tahun-republik-indonesia-ke-66-di-kjri-dubai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkawinan Campuran dan Permasalahan Hukumnya</title>
		<link>http://www.dwp.ae/perkawinan-campuran-dan-permasalahan-hukumnya/</link>
		<comments>http://www.dwp.ae/perkawinan-campuran-dan-permasalahan-hukumnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 13:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwp.ae/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Perkawinan campuran saat ini menjadi suatu fenomena yang menarik untuk dikaji, mengingat kompleksitasnya permasalahan hukum yang terjadi didalamnya, baik yang menyangkut persoalan kewarganegaraan, harta benda perkawinan, hak2 istri dan anak dalam perkawinan maupun perlindungan hukum yang diberikan pada mereka setelah perkawinan berakhir karena perceraian ataupun salah satu pihak baik suami atau istri meninggal dunia. Mengingat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dwp.ae/perkawinan-campuran-dan-permasalahan-hukumnya/ret-2" rel="attachment wp-att-365"><img src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/12/ret.jpg" alt="" title="ret" width="142" height="184" class="alignleft size-full wp-image-365" /></a>Perkawinan campuran saat ini menjadi suatu fenomena yang menarik untuk dikaji, mengingat kompleksitasnya permasalahan hukum yang terjadi didalamnya, baik yang menyangkut persoalan kewarganegaraan, harta benda perkawinan, hak2 istri dan anak dalam perkawinan maupun perlindungan hukum yang diberikan pada mereka setelah perkawinan berakhir karena perceraian ataupun salah satu pihak baik suami atau istri meninggal dunia.  </p>
<p>Mengingat tidak ada aturan khusus yang mengatur secara tersendiri mengenai perkawinan campuran dalam  hukum positif Indonesia, maka dalam berbagai kasus yang terjadi, para praktisi hukum selalu merujuk pada beberapa peraturan yang berhubungan dengan substansi yang ditanganinya, seperti misalnya kasus2 keabsahan perkawinan merujuk pada Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang perkawinan dan peraturan pelaksanaannya yang tertuang dalam Peraturan  Pemerintah No. 9 Tahun 1975, Undang-Undang No.23 Tahun 2006 Juncto Peraturan Pemerintah No.37 Tahun 2007, termasuk masalah pencatatan dan perkawinan di luar negeri yang diatur dalam Peraturan Presiden No.25 Tahun 2008, dan kepemilikan property bagi WNA yang merujuk pada Undang-Undang No.5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria berikut aturan tehnisnya, seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah No.41 Tahun 1996 tentang Pemilikan Rumah Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang berkedudukan di Indonesia, dan Peraturan Mentri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No.7 dan No.8 Tahun 1996.</p>
<p><strong>Keabsahan Perkawinan Campuran</strong></p>
<p>Adanya unsur asing dari salah satu pihak, apakah dari pihak suami atau dari pihak istri, merupakan suatu syarat mutlak suatu perkawinan disebut sebagai perkawinan campuran. Namun di kalangan masyarakat beredar pendapat yang seringkali  mencampuradukkan pengertian perkawinan campuran sama dengan perkawinan beda agama. Adanya dua agama yang berbeda dalam suatu perkawinan dianggap sebagai perkawinan campuran. Padahal perkawinan beda agama tidak dikenal dalam hukum  positip Indonesia.  Undang-Undang Perkawinan Indonesia tidak mengatur mengenai perkawinan beda agama. </p>
<p>Merujuk pada Undang-Undang Perkawinan , No.1 Tahun 1974, pasal 57 menyebutkan bahwa “Perkawinan Campuran adalah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia.” </p>
<p>Apabila para pihak sama2 berkewarganegaraan Indonesia, maka tidak dapat dikategorikan sebagai perkawinan campuran, dan mereka dikecualikan dari aturan2 yang mengatur mengenai hal ini. Mengingat adanya unsur kewarganegaraan asing, oleh  karena itu untuk mendapatkan legalitas dan keabsahan hukum perkawinan campuran maka  perkawinan  tersebut harus diakui oleh dua sistim hukum yang berasal dari masing2 negara pasangan. </p>
<p>Legalitas suatu perkawinan campuran, sangat menentukan dalam kepemilikan properti di Indonesia, karena aturan2 hukum yang berkaitan dengan perkawinan campuran hanya dapat diberlakukan bila para pelaku perkawinan tersebut melangsungkan perkawinan secara sah menurut hukum Indonesia. Terhadap perkawinan campuran yang tidak sah, dapat diartikan bahwa menurut hukum Indonesia, perkawinan tersebut dianggap tidak pernah terjadi  atau tidak pernah ada. Tentunya akan membawa dampak hukum atas status anak-anak yang dilahirkan dalam perkawinan  dan masalah kepemilikan harta benda. </p>
<p>Dengan adanya perkawinan sah, maka akan terjadi percampuran harta suami istri. Seluruh harta yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama (pasal 35 Undang2 No 1 Tahun 1974), terkecuali para pihak pelaku perkawinan campuran, membuat Perjanjian Kawin, yang mengatur mengenai  pemisahan harta suami istri( pasal 29 Undang-Undang No.1 Tahun 1974). Segala perolehan harta selama perkawinan menjadi hak dan tanggungjawab masing-masing pihak suami istri.</p>
<p>Sahnya suatu perkawinan menurut hukum Indonesia, berdasarkan pasal 2 ayat 1  Undang-Undang No .1 Tahun 1974, apabila dilaksanakan menurut hukum masing-masing  agamanya dan kepercayaannya itu, dicatat oleh lembaga pencatat perkawinan yaitu Kantor Urusan Agama bagi yang beragama Islam, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk yang beragama selain agama Islam, sebagaimana dinyatakan dalam pasal 2 Peraturan Pemerintah No 9 Tahun 1975 Juncto Undang-Undang No.23 Tahun 2006 Juncto Peraturan Pemerintah No.37 Tahun 2007. </p>
<p>Selanjutnya merujuk pada Undang2 No.23 Tahun 2006, perkawinan tersebut harus didaftarkan pada kantor perwakilan Negara dari pasangannya yang berkewarganegaran asing. Apabila perkawinan tersebut dilangsungkan di luar negeri, maka harus dilaksanakan menurut hukum yang berlaku di Negara dimana perkawinan itu dilangsungkan. Dan bagi pihak Warga Negara Indonesia tidak melanggar ketentuan Undang-Undang  No.1 Tahun 1974 tentang perkawinan.(pasal 56 ayat 1 Undang-Undang  No.1 Tahun 1974). </p>
<p>Kemudian dalam kurun waktu 1 tahun sejak pasangan kembali ke Indonesia, terhadap sertifikat perkawinan yang dikeluarkan oleh Negara asing tersebut, wajib dilegalisasi oleh kantor perwakilan Negara Republik Indonesia di Luar Negeri,  dan harus didaftarkan ke Kantor Pencatatan Perkawinan di Indonesia sesuai dengan  tempat mereka tinggal. Keterlambatan pendaftaran, maka pasangan tersebut harus mengajukan permohonan pada Pengadilan Negeri di tempat tinggal si pemohon, dengan dikenai sanksi denda berdasarkan Peraturan Daerah setempat yang merujuk pada  pasal 107 Peraturan Presiden No.25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. </p>
<p> <strong>Kegunaan Pendaftaran Perkawinan</strong> </p>
<p>Pendaftaran perkawinan ini sangat penting untuk memperoleh hak dan kewajiban suami istri dalam sebuah perkawinan menurut hukum Indonesia karena dapat dianggap perkawinan tersebut telah diketahui oleh Negara, yang membawa akibat hukum atas status anak yang dilahirkan di Indonesia, harta-benda perkawinan dan masalah pewarisan bila salah satu pihak dalam perkawinan tersebut meninggal dunia. Secara umum dalam kasus–kasus tentang perkawinan yang terjadi, banyak menunjukkan ketidaktahuan ataupun kurangnya pemahaman atas hukum perkawinan yang berlaku  dari para pelaku perkawinan campuran, khususnya  mengenai  pentingya pendaftaran perkawinan. </p>
<p>Sebagai contoh dari hasil penelitian yang dilakukan penulis dikalangan para istri ekspat yang berdomisili di Timur Tengah, setelah dilakukan penyuluhan hukum tentang masalah-masalah dalam perkawinan campuran, sebagian besar baru menyadari bahwa perkawinannya tersebut tidak sah menurut hukum di Indonesia. Dan mereka tidak mengerti kaitannya dengan akibat hukum yang ditimbulkan terhadap anak-anak yg lahir dari perkawinan yang belum didaftarkan, dalam hal ini dapat membawa akibat terhadap anak-anak tersebut menjadi berstatus anak luar kawin yang akan berkaitan pada masalah pewarisan dari ayahnya, karena anak-anak luar kawin hanya mempunyai hubungan hukum dengan ibunya dan tidak dapat mewarisi harta kekayaan ayahnya, kecuali adanya pengakuan secara resmi dari ayahnya. </p>
<p> <strong>Kepemilikan Properti </strong> </p>
<p>Dengan adanya perkawinan sah, maka akan terjadi percampuran harta suami istri . Seluruh harta yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama (pasal 35 Undang2 No 1 Tahun 1974), terkecuali para pihak pelaku perkawinan campuran, membuat Perjanjian  Pra Nikah, yang mengatur pemisahan harta suami istri( pasal 29 Undang2 N0 1 Tahun 1974), yang berarti  segala perolehan harta selama perkawinan berlangsung  menjadi hak dan tanggungjawab masing-masing suami istri.</p>
<p>Percampuran harta suami istri dalam perkawinan, adanya unsur asing dalam kepemilikan dan penguasaan tanah dengan Hak Milik/Hak Guna Bangunan, serta perkawinan  tanpa perjanjian pra nikah, akan berakibat  bagi pihak yang berkewarganegaraan Indonesia tersebut, dalam hal ini  haknya atas kepemilikan tanah  di Indonesia dibatasi, yaitu terbatas hanya atas tanah-tanah  dengan status Hak Pakai dan Hak Sewa, sedangkan untuk tanah/bangunan dengan status Hak Milik dan Hak Guna Bangunan tidak diperbolehkan.  Dalam hal kepemilikan atas Rumah Susun/Apartemen, terbatas hanya untuk sertifikat Srata –Title yang berdiri diatas tanah Hak Pakai, Hak Pengelolaan ataupun Hak Sewa. </p>
<p>Adapun landasan hukum yang digunakan adalah  pasal 21 ayat 3 Undang-Undang  No.5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria, yang  berbunyi: </p>
<p>“Orang asing yang sesudah berlakunya Undang Undang ini memperoleh hak milik karena pewarisan tanpa wasiat ataupun percampuran harta karena perkawinan, demikian pula Warga Negara Indonesia yang mempunyai hak milik dan setelah berlakunya Undang-Undang ini kehilangan kewarganegaraannya, wajib melepaskan hak itu dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diperolehnya hak tersebut atau hilangnya kewarganegaraan itu. Jika sesudah jangka waktu tersebut lampau hak milik itu tidak dilepaskan, maka hak tersebut hapus karena hukum dan tanahnya jatuh kepada Negara, dengan ketentuan bahwa hak-hak pihak lain yang membebaninya tetap berlangsung.&#8221;</p>
<p>Pasal ini menjadi suatu hal yg agak membingungkan apabila  menjadi dasar hukum dikalangan para praktisi hukum untuk dikenakan  bagi seorang perempuan WNI yang dalam perkawinan campurannya tidak melepaskan kewarganegaraannya, alias tetap menjadi WNI, namun karena adanya unsur asing  dalam perkawinannya, maka kepemilikannya atas tanah/bangunan dengan status Hak Milik, Hak Guna Bangunan, dan Hak Guna Usaha, yang diperolehnya karena pewarisan tanpa wasiat atau percampuran harta karena perkawinan, wajib dilepaskan hak-hak tersebut dalam jangka waktu 1 tahun sejak diperolehnya hak tersebut.<br />
Kemudian untuk memenuhi ketentuan undang-undang yang berlaku,  dalam proses peralihan hak tersebut  pada pihak ketiga menimbulkan permasalahan dimana  istri WNI wajib    memerlukan persetujuan dari suaminya yang berkewarganegaraan  asing. Tentunya hal ini akan menyebabkan proses pengalihan tanah yang dimiliki oleh WNI tersebut akan menjadi lebih sulit dan membutuhkan proses yang memakan waktu dan biaya yang lebih banyak. </p>
<p>Sesungguhnya bila dikaitkan dengan persyaratan keabsahan perkawinan campuran, masalah yang dihadapi perempuan WNI tersebut diatas tidak akan terjadi bila perkawinannya tidak tercatat ataupun belum didaftarkan menurut hukum Indonesia atau dengan perkataan lain, status personalnya dianggap single atau belum menikah menurut hukum Indonesia. Dengan status personalnya tersebut tentu secara hukum akan lebih mudah bagi perempuan WNI memiliki hak-hak atas tanah di Indonesia sesuai dengan hukum yang diberlakukan bagi WNI yang tidak terikat pada perkawinan campuran dalam kepemilikan properti di Indonesia. Maka tidaklah heran bila kita mendengar ataupun melihat fakta banyaknya para perempuan WNI yang terikat dalam perkawinan campuran, dapat memiliki properti dengan status Hak Milik, Hak Guna Bangunan ataupun dapat membeli apartemen dengan sertifikat Strata Title diatas Hak Guna Bangunan.</p>
<p><strong>Penyelundupan Hukum Atau Terobosan Hukum</strong> </p>
<p>Dalam masalah kepemilikan properti, hal yang sama pun seperti  dijelaskan diatas dapat terjadi pada perkawinan yang  tercatat secara sah menurut hukum Indonesia. Pada kenyataannya mereka yaitu baik WNI ataupun WNA  tetap dapat memiliki tanah-tanah dan bangunan dengan status Hak Milik atau Hak Guna Bangunan ataupun Strata Title yang berdiri diatas tanah HGB dengan begitu mudah.</p>
<p>Mengapa  hal tersebut  diatas bisa  terjadi, sedangkan ketentuan yang berlaku  memberikan syarat mutlak bahwa asing tidak  diperbolehkan memiliki properti  dengan  status Hak Milik, Hak Guna Bangunan ataupun Strata Title baik diatas tanah Hak Milik ataupun Hak Guna Bangunan?  </p>
<p>Kemungkinan yang dilakukan adalah dengan cara perjanjian pinjam nama/nominee, yaitu pihak WNA memakai nama pihak WNI sebagai pemilik hak atas tanah, tapi pemilik sesungguhnya adalah WNA, yang dituangkan dalam “ perjanjian  nominee” yang berisi keinginan-keinginan pihak WNA untuk meminjam nama pihak WNI dengan tujuan untuk kepentingan pihak WNA. </p>
<p>Sebagai salah satu contoh, misalnya istri yang WNI dan anak-anaknya dalam Surat Pernyataan Ahli Waris, menyatakan bahwa  walaupun tanah Hak Milik dan bangunan terdaftar atas nama suaminya, tapi suaminya bukanlah pemilik sebenarnya atas tanah Hak Milik dan bangunan  tersebut. Contoh lainnya, yaitu dalam bentuk Hibah Wasiat, dalam hal ini pihak WNI menghibahkan tanah Hak Milik dan bangunan atas namanya kepada pihak WNA. Bahwa tanah hak milik yang dihibahkan  tersebut diperoleh pihak WNI melalui Hibah dari orangtuanya, yang sesungguhnya uang pembelian atas tanah dan bangunan tersebut  dananya berasal dari pihak WNA. </p>
<p>Dari contoh-contoh yang dikemukakan tersebut diatas, banyak ditemukan prakteknya di masyarakat yang  sesungguhnya merupakan cara penyelundupan hukum  ataupun dapat dikatakan juga sebagai bentuk terobosan hukum. Namun cara kepemilikan tanah dan bangunan  yang dilakukan secara melawan hukum tersebut dapat berakibat perjanjian  yang dibuat oleh para pihak  menjadi batal demi hukum, dan tanahnya jatuh  menjadi tanah Negara karena melanggar pasal 1320 ayat (4) KUH Perdata mengingat tidak dipenuhinya causa yang halal sebagai salah satu  syarat sahnya suatu perjanjian  dan bertentangan dengan asas nasionalitas.</p>
<p><strong>Retno S. Darussalam </strong><br />
<em>Praktisi Hukum Keluarga dan Partner pada Suria Nataadmadja &amp; Associates.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwp.ae/perkawinan-campuran-dan-permasalahan-hukumnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tour Pendidikan dan Sejarah ke Petra</title>
		<link>http://www.dwp.ae/tour-pendidikan-dan-sejarah-ke-petra/</link>
		<comments>http://www.dwp.ae/tour-pendidikan-dan-sejarah-ke-petra/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 08:34:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwp.ae/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[DWP KJRI Dubai akan menyelenggarakan perjalanan pendidikan dan sejara ke Petra, Yordania, bulan November ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DWP KJRI Dubai akan menyelenggarakan perjalanan pendidikan dan sejara ke Petra, Yordania, bulan November ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwp.ae/tour-pendidikan-dan-sejarah-ke-petra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliner Indonesia Sentuh Kalangan Atas Dubai</title>
		<link>http://www.dwp.ae/kuliner-indonesia-sentuh-kalangan-atas-dubai/</link>
		<comments>http://www.dwp.ae/kuliner-indonesia-sentuh-kalangan-atas-dubai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 02:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwp.ae/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Di Dubai, salah satu pusat keuangan dunia, segala macam cuisine untuk kalangan the haves tersedia. Tapi sentuhan citarasa karedok, ikan bumbu pesmol, dan es cendol khas Nusantara menjadi kejutan tersendiri. Diplomasi kuliner tersebut dilakukan oleh KJRI Dubai bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) setempat. &#8220;Tujuannya untuk mempromosikan keragaman kebudayaan Indonesia melalui aneka masakan khas kita,&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dwp.ae/kuliner-indonesia-sentuh-kalangan-atas-dubai/febie-kuliner" rel="attachment wp-att-180"><img class="alignleft size-medium wp-image-180" title="febie-kuliner" src="http://www.dwp.ae/wp-content/uploads/2011/11/febie-kuliner-300x174.jpg" alt="" width="300" height="174" /></a>Di Dubai, salah satu pusat keuangan dunia, segala macam cuisine untuk kalangan the haves tersedia. Tapi sentuhan citarasa karedok, ikan bumbu pesmol, dan es cendol khas Nusantara menjadi kejutan tersendiri.</p>
<p>Diplomasi kuliner tersebut dilakukan oleh KJRI Dubai bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) setempat.</p>
<p>&#8220;Tujuannya untuk mempromosikan keragaman kebudayaan Indonesia melalui aneka masakan khas kita,&#8221; tutur Sekretaris Pertama Fungsi Kebudayaan dan Penerangan Adiguna Wijaya kepada detikcom hari ini, Minggu (3/4/2011).</p>
<p>Hadir dalam acara Indonesian Culinary Show: Cooking Demo yang berlangsung di Toshi Restaurant, Grand Millennium Hotel Dubai (29/3/2011) antara lain para isteri Kepala Perwakilan Diplomatik, para isteri pengusaha asing dan lokal (Emirati), para isteri Pejabat Pemerintahan Dubai dan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Melalui kegiatan ini diharapkan kuliner Indonesia dapat dikenal lebih luas. Para peserta dapat mencoba memasak hidangan Indonesia di rumah masing-masing untuk diperkenalkan kepada keluarga dan teman-teman,&#8221; ujar Ketua DWP KJRI Dubai Ny. Febie Mansyur dalam pidato sambutannya.</p>
<p>Lanjut Febie, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan 365 suku bangsa, Indonesia memiliki kekayaan budaya sangat beragam.</p>
<p>&#8220;Termasuk kulinernya sangat bervariasi, baik citarasa maupun tatacara pengolahan hidangan di antara berbagai suku bangsa dan kepulauan yang ada,&#8221; terang Febie.</p>
<p>Febie berharap para peserta dapat tergugah minatnya untuk mencari informasi lebih jauh, tidak hanya mengenai kuliner Indonesia, tetapi juga Indonesia secara keseluruhan, dan berkunjung ke Indonesia bersama keluarga dan teman.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan interaktif itu dipandu langsung oleh dua orang chef Toshi Restaurant berkebangsaan Indonesia dan Thailand. Antusiasme peserta demikian tinggi, sampai-sampai ada peserta turut terlibat memasak bersama kedua chef.</p>
<p>Menu yang disajikan adalah hidangan pembuka berupa gado-gado, karedok, urap. Sedangkan makanan utama adalah tongseng kambing, ikan bumbu pesmol, nasi goreng dan mie goreng. Hidangan penutupnya tersedia pilihan bubur sumsum dan es cendol.</p>
<p>Di samping itu juga varian lainnya, antara lain bakwan jagung, sate ayam, sate daging, soto ayam, bubur kacang hijau, pisang goreng, es campur dan aneka buah tropis.</p>
<p>Kegiatan ditutup dengan pemberian door prize hiasan perak miniatur becak untuk peserta yang beruntung. Kepada seluruh peserta diberikan cenderamata terdiri dari buku promosi pariwisata Indonesia dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Direktorat Promosi Luar Negeri), buku masakan Indonesia Indonesia Culinary Treasures dan pamflet promosi wisata Indonesia.</p>
<p>Juga ada beberapa kerajinan tangan khas Indonesia seperti pena dan pensil berornamen wayang, boneka kayu wayang, pembatas buku dari bahan kulit, kipas batik, gantungan kunci miniatur angklung, dan permen produksi Indonesia.</p>
<p>Para peserta sangat menikmati dan mengapresiasi berbagai hidangan masakan Indonesia yang sangat beragam tersebut. Bahkan sehari sesudahnya, kegiatan tersebut banyak dibicarakan pada acara resepsi diplomatik salah satu perwakilan asing.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwp.ae/kuliner-indonesia-sentuh-kalangan-atas-dubai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kue Lapis Surabaya</title>
		<link>http://www.dwp.ae/kue-lapis-surabaya/</link>
		<comments>http://www.dwp.ae/kue-lapis-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 23:02:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwp.ae/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Kue ini bisa dikatakan persilangan antara puding dan kue spons. Mungkin tidak terlihat glamour, tapi rasanya begitu lezat. Teksturnya menggoda, sangat lembab, dan terasa lembut di mulut. Bahan-bahan Untuk bagian kuning : 10 kuning telur 115 gr gula halus 1/2 sdt vanili 50 gr terigu 125 mentega (dianjurkan pakai butter atau campuran margarine dan butter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dwp.ae/kue-lapis-surabaya/lapis-surabaya-slice" rel="attachment wp-att-116"><img class="alignleft size-medium wp-image-116" title="lapis-surabaya-slice" src="http://dwp.ae/wp-content/uploads/2011/11/lapis-surabaya-slice-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Kue ini bisa dikatakan persilangan antara puding dan kue spons. Mungkin tidak terlihat glamour, tapi rasanya begitu lezat. Teksturnya menggoda, sangat lembab, dan terasa lembut di mulut.</p>
<p>Bahan-bahan</p>
<p><strong>Untuk bagian kuning :</strong></p>
<p>10 kuning telur<br />
115 gr gula halus<br />
1/2 sdt vanili<br />
50 gr terigu<br />
125 mentega (dianjurkan pakai butter atau campuran margarine dan butter agar wangi dan lembut)</p>
<p><strong>Untuk bagian coklat :</strong></p>
<p>10 kuning telur<br />
125 gr gula halus<br />
1/4 sdt vanili<br />
35 gr terigu                     } dicampur dan diayak<br />
15 gr cokelat bubuk     }<br />
125 gr mentega<br />
(tambahkan 1 sdm pasta coklat kalau mau rasa dan warnanya lebih nyoklat)</p>
<p>Selai sesuai selera untuk olesan</p>
<p><strong>Cara membuat :</strong></p>
<ul>
<li>Oles loyang ukuran 22x22cm dengan margarine, alasi dengan kertas roti lalu olesi margarine lagi dan taburi tepung terigu (tipis tipis saja)</li>
<li>panaskan oven 180 derajat Celcius</li>
<li>kocok mentega sampai putih, sisihkan</li>
<li>kocok kuning telur bersama gula dan vanili sampai putih dan kental</li>
<li>Masukkan terigu sambil diayak</li>
<li>Aduk pelan pelan</li>
<li>Masukkan mentega yang telah dikocok (aduk balik pakai spatula lebar) sampai semua tercampur rata</li>
<li>tuangkan adonan dalam loyang</li>
<li>panggang sampai kuning kecoklatan kurang lebih 15 &#8211; 20 menit (tergantung ovennya tapi jangan kelamaan karena cake akan jadi kering dan seret)</li>
<li>Keluarkan dari oven, balik keatas rak, lepas kertas rotinya</li>
<li>Kerjakan bagian coklat dengan cara yang sama</li>
<li>Buat 3 lapis ( 2 kuning 1`coklat atau 2 coklat 1 kuning)</li>
<li>Rekatkan masing masing lapisan dengan menggunakan selai, sambil agak ditekan dikit  biar rapat.</li>
</ul>
<p>(Sumber: Femina)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwp.ae/kue-lapis-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran DWP Dubai pada Bazaar dan Malam Hiburan HUT RI</title>
		<link>http://www.dwp.ae/peran-dwp-dubai-pada-bazaar-dan-malam-hiburan-hut-ri/</link>
		<comments>http://www.dwp.ae/peran-dwp-dubai-pada-bazaar-dan-malam-hiburan-hut-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 15:42:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwp.ae/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak lima band menghibur sekitar 1.183 warga masyarakat Indonesia di Dubai melalui panggung hiburan rakyat pada Bazaar dan Malam Hiburan. Mereka datang dari lima emirat di wilayah Uni Emirat Arab (UEA). Kelima band itu adalah The Harbour Band, Javanese Riga Band, Kroak Band, dan Yoga Band, yang merupakan kelompok-kelompok musisi masyarakat Indonesia setempat dari berbagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dwp.ae/peran-dwp-dubai-pada-bazaar-dan-malam-hiburan-hut-ri/bazaar" rel="attachment wp-att-84"><img class="alignleft size-medium wp-image-84" title="bazaar" src="http://dwp.ae/wp-content/uploads/2011/10/bazaar-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Sebanyak lima band menghibur sekitar 1.183 warga masyarakat Indonesia di Dubai melalui panggung hiburan rakyat pada Bazaar dan Malam Hiburan. Mereka datang dari lima emirat di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).</p>
<p>Kelima band itu adalah The Harbour Band, Javanese Riga Band, Kroak Band, dan Yoga Band, yang merupakan kelompok-kelompok musisi masyarakat Indonesia setempat dari berbagai latar belakang profesi.</p>
<p>&#8220;Mereka dari bidang perkapalan, perhotelan, kargo dan karyawan perusahaan di wilayah Dubai dan sekitarnya,&#8221; terang Konsul Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya Sekretaris I Adiguna Wijaya kepada detikcom (2/8/2011).</p>
<p>Band satunya lagi adalah KJRI Dubai Band yang diawaki langsung oleh Konsul Jenderal Mansyur Pangeran dan puteranya Bukie Pangeran, serta staf.</p>
<p>Masyarakat yang terlihat haus hiburan sangat antusias menyambut penampilan kelima band dan berjoget hingga acara usai. Mereka dihibur dengan lagu-lagu kenangan yang pernah dipopulerkan oleh Koes Plus, Gito Rollis dan Ruth Sahanaya. Selain itu lagu-lagu pop Barat dan dangdut juga ikut menghangatkan suasana.</p>
<p>Bazaar dan Malam Hiburan yang berlangsung meriah dari pukul 16.00 hingga lewat pukul 23.00 pada akhir pekan itu dimulai dengan perlombaan permainan anak dan permainan rakyat untuk dewasa, seperti lomba balap karung dan lomba lari bakiak.</p>
<p>Kegiatan ini dikoordinir oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Dubai dan merupakan kelanjutan dari rangkaian pertandingan aneka cabang olahraga dalam rangka memperingati HUT RI ke-66, antara lain bulutangkis, bowling, futsal, tenis lapangan dan tenis meja.</p>
<p>Sebanyak 13 stan DWP, warga masyarakat Indonesia serta beberapa perusahaan Indonesia dan asing yang menjadi sponsor kegiatan, ikut memeriahkan. Mereka menjual beragam hidangan khas Indonesia, barang, serta menyampaikan informasi produk-produk perusahaan mereka.</p>
<p>Pesta rakyat itu disempurnakan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang perlombaan permainan rakyat dan hadiah kejutan dari para sponsor, berupa1 tiket pesawat Dubai-Jakarta pp, 1 tiket pesawat Dubai-Jakarta sekali jalan, 1 laptop, 8 telepon pintar dari merek papan atas, 1 kamera saku digital, dan 10 kupon pengiriman barang ke Indonesia.</p>
<p>Dalam sambutan pembukaannya, Konjen RI Dubai menyampaikan terimakasih atas kehadiran dan antusiasme masyarakat Indonesia yang datang menghadiri kegiatan bazaar dan malam hiburan.</p>
<p>Konjen juga mengapresiasi partisipasi dan animo tinggi yang telah ditunjukkan oleh warga masyarakat Indonesia dalam berbagai kegiatan pertandingan olahraga yang diselenggarakan KJRI Dubai untuk memperingati HUT RI ke-66 sejak 30/6/2011 lalu.</p>
<p>&#8220;Penyelenggaraan berbagai pertandingan olahraga, bazaar dan malam hiburan ini dimaksudkan sebagai salah satu sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar warga masyarakat Indonesia di UEA, yang berjumlah sekitar 100.000 orang,&#8221; ujar Konjen.</p>
<p>Apresiasi dan terimakasih juga disampaikan Konjen kepada para sponsor bagi kesuksesan penyelenggaraan berbagai kegiatan HUT RI ke-66, yaitu Garuda Indonesia, ITPC Dubai, Bank Mandiri, BCA, IndoMart, Sari Nusa Restaurant, Betawi Cafe Restaurant, Indonesian Food Corner, Western Union, Mihin Lanka Airlines, Nice Al Marri Cargo, Frico International Cargo, MAK Cargo, Mohsen Travel, dan Gulfware International.</p>
<p>Konjen juga menyatakan bahwa KJRI Dubai senantiasa berusaha untuk memenuhi aspirasi masyarakat Indonesia di wilayah akreditasinya. Sebagai contoh, untuk pertama kalinya pada tahun ini sebagian besar pertandingan olahraga digelar di dalam ruangan tertutup berpendingin udara.</p>
<p>Lebih lanjut, Konjen menginformasikan bahwa puncak kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke-66 adalah upacara bendera yang akan dilaksanakan sore hari pada 17/8/2011 di KJRI Dubai dan resepsi diplomatik pada Oktober 2011 mendatang (Sumber: detikcom).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwp.ae/peran-dwp-dubai-pada-bazaar-dan-malam-hiburan-hut-ri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: www.dwp.ae @ 2012-02-23 03:22:41 -->
