Akhirnya setelah hampir 8 tahun didirikan sejak 2003, KJRI Dubai untuk pertama kalinya menyelenggarakan Resepsi Diplomatik dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-66 pada tanggal 12 Oktober 2011 bertempat di Al Ameera Ballroom, Hotel Grand Hyatt, Dubai – UAE. Tidak kurang dari 500 undangan menghadiri resepsi yang berasal dari berbagai kalangan seperti korps diplomatik perwakilan negara-negara sahabat, pejabat tinggi dan mantan pejabat pemerintah UAE, kerabat raja/isteri, sheikh, sheikha, kalangan pebisnis setempat, pimpinan perbankan, CEO berbagai perusahaan, wakil organisasi kemasyarakatan, media massa setempat serta undangan dan tokoh masyarakat Indonesia di Dubai dan 5 Emirat lainnya di wilayah utara UAE (Sharjah, Ajman, Umm Al Quwain, Ras Al Khaimah dan Fujairah).
Resepsi diplomatik tersebut menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Menteri Lingkungan Hidup dan Pengairan UAE, Dr. Rashid Ahmad Bin Fahad sebagai Guest of Honor dan Undersecretary Kementerian Perdagangan Luar Negeri UAE, Abdullah Ahmad Al Saleh, mewakili Pemerintah UAE. Merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia mengingat selama ini tidak semua acara resepsi diplomatik dalam rangka national day yang diselenggarakan perwakilan asing di UAE dihadiri oleh pejabat setingkat menteri. Kiranya hal tersebut menunjukkan semakin baiknya hubungan bilateral RI-UAE dan semakin tingginya perhatian Pemerintah UAE terhadap Indonesia. Resepsi juga mendapat liputan dari media terkemuka setempat seperti harian berbahasa Inggris Gulf News dan The Gulf Today yang menurunkan artikel berita terkait setengah halaman.
Al Ameera Ballroom “disulap” menjadi seperti berada di Indonesia, dimulai dari pintu masuk dengan adanya payung Jawa di kedua sisi, meja cocktail yang dibalut kain Bali, sisi meja dihiasi boneka-boneka berpakaian adat beragam daerah, ruang tunggu VIP dengan topeng tradisional dan songket. Tidak ketinggalan pula ada beberapa kain batik yang berusia lebih dari 70 tahun menambah kental nuansa Indonesia. Semua itu adalah hasil jerih payah Ibu-Ibu pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Dubai pimpinan Ibu Febie Mansyur yang dibantu oleh seluruh staf KJRI Dubai dalam menghiasi seluruh ruangan yang ada. Selanjutnya ruang utama resepsi yang ditata apik dengan berbagai macam hiasan khas Indonesia seperti untaian kain merah dan putih yang terbentang di langit-langit Ballroom termasuk di sekitar panggung dengan payung dan skirting kain berhias kotak-kotak hitam putih Bali.
Kehadiran sentuhan budaya Indonesia tak lepas dari inisiatif DWP KJRI Dubai yang telah mempersiapkan semua perlengkapan dan ornamen-ornamen khas Bali dan Jawa. Tidak tanggung-tanggung untuk memenuhi beberapa kebutuhan dekorasi, beberapa barang secara khusus dibeli dari Indonesia. Sebagaimana disebutkan di awal bahwa resepsi diplomatik ini merupakan yang perdana diselenggarakan KJRI Dubai sejak 2003 makan tidak berlebihan jika Konjen RI Dubai, Bapak Mansyur Pangeran menginginkan segala sesuatunya dipersiapkan sebaik dan sesempurna mungkin.
Acara dimulai tepat pukul 19.00 waktu setempat yang diawali dengan sambutan pembukaan oleh Konjen RI Dubai, dengan dibarengi penayangan slide mengenai Indonesia. Konjen RI menyampaikan sejarah perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan hingga kondisi Indonesia terkini dengan berbagai capaian dan kemajuan pembangunan nasional termasuk performa ekonomi salah satu terkuat di Asia serta overview hubungan bilateral RI-UAE yang semakin meningkat, khususnya dalam hubungan ekonomi bilateral.
Sebagaimana kebiasaan pada setiap resepsi national day di UAE, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan kue bergambar bendera Indonesia dan UAE yang dilakukan dengan sebilah pedang secara bersama-sama oleh Konjen RI Dubai dengan Menteri LH dan Pengairan UAE serta Konjen Lebanon selaku Dean Korps Diplomatik di Dubai.
Para undangan mendapat hidangan kulineri otentik Indonesia yang telah dipilihkan menunya oleh DWP KJRI Dubai. Di antara menu yang disajikan, nasi goreng, mie goreng, sate ayam dan hidangan khas lainnya menjadi idola para tamu undangan. Tidak ketinggalan berbagai macam jajanan pasar dan kue-kue khas Indonesia juga turut disajikan.
Penyelenggaraan resepsi diplomatik merupakan puncak dari pagelaran budaya Indonesia bertema Wonderful Indonesia: the Beauty of Diversity atas kerjasama KJRI Dubai dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, didukung Garuda Indonesia dikemas dalam format pagelaran budaya dalam rangka promosi budaya dan pariwisata nasional. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (saat itu masih Kemenbudpar) cq. Ditjen Pemasaran mendatangkan 14 penari dari Sanggar Tari Gema Citra Nusantara dan 5 pemain instrumen arumba dari i-Kreasindo dari Indonesia.
Para undangan dibuat terkesima oleh penampilan memukau Tari Piring, Tari Giring-Giring, Tari Merak, Tari Zapin, Tari Trunojoyo, Tari Ronggeng Manis dan Tari Saman yang sesekali diselingi penampilan lagu-lagu barat dan daerah diiringi musik arumba. Puncak acara menjadi semakin meriah dengan penampilan interaktif musik angklung bersama 500 tamu memainkan sejumlah lagu-lagu barat terkenal dan sesudahnya mereka boleh membawa pulang angklung sebagai cenderamata.
Acara dikemas sangat menarik dan berbeda dengan yang diselenggarakan oleh Negara-negara lain sebelumnya, sehingga memaksa para undangan untuk tidak beranjak dari kursinya hingga acara berakhir. Banyak para undangan yang menyatakan seluruh rangkaian acara sangat well organized dan kepuasannya atas pertunjukan maupun kulineri yang disajikan.
-Sofah Nuradi-